Senin–Sabtu 08.00–17.00 WIB Bandar Lampung · Metro · Bandar Jaya
Flash Sale Hemat s/d 40% · 14 produk promo 3h164807 Lihat
Cek Servis & Voucher
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Bioetanol Pertamina di Tegineneng Lampung: Fakta dan Peluang Petani
Info Lampung

Bioetanol Pertamina di Tegineneng Lampung: Fakta dan Peluang Petani

Oleh Tim SLASH CCTV ·

Pertamina NRE meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Pesawaran, pada 14 September 2026. Fasilitas uji berkapasitas 60 kiloliter per tahun ini menguji sorgum, singkong, jagung, tebu, dan biomassa sebagai bahan bioetanol.

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada Senin 14 September 2026. Fasilitas ini adalah pabrik percontohan berkapasitas 60 kiloliter bioetanol per tahun untuk menguji berbagai bahan baku dan teknologi, bukan pabrik skala komersial. Produksi pertamanya ditargetkan Desember 2026, didukung lahan percontohan (demplot) seluas 10 hektare.

Fakta kunci Bioethanol Development Center Tegineneng

HalKeterangan
LokasiDesa Kota Agung, Kec. Tegineneng, Kab. Pesawaran
PeluncuranSenin, 14 September 2026
PengembangPertamina NRE bersama Toyota Motor Manufacturing Indonesia
Kapasitas60 kiloliter per tahun (skala uji)
Bahan baku yang diujiSorgum, singkong, jagung, tebu/molases, limbah biomassa
TeknologiGenerasi pertama (1G) dan kedua (2G)
Demplot10 hektare
Target produksi awalDesember 2026

Peluncuran dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pesawaran, dan jajaran Pertamina NRE. Pada acara yang sama, Pertamina NRE dan Pemerintah Provinsi Lampung menandatangani nota kesepahaman soal agribisnis serta ketahanan energi dan pangan. Ada pula kesepakatan kerja sama dengan Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Toyota Tsusho Indonesia, dan raBit, konsorsium riset bahan bakar biomassa dari Jepang. Data diperbarui: September 2026.

Apa fungsi pusat bioetanol ini?

Bioetanol adalah alkohol yang dibuat dari fermentasi gula atau pati tanaman. Setelah dimurnikan, bioetanol dicampur ke bensin. Campuran 10 persen etanol disebut E10.

Fasilitas Tegineneng dipakai untuk menjawab pertanyaan paling dasar sebelum membangun pabrik besar: bahan baku mana yang paling efisien, berapa biaya produksi per liter, dan teknologi mana yang layak. Seluruh tahap diuji di sini, dari persiapan bahan, pemecahan menjadi gula, fermentasi, penyulingan, hingga pengeringan etanol. Menurut Wamen Todotua, bila keekonomiannya terbukti, kapasitas ditargetkan naik menjadi sekitar 60.000 kiloliter pada 2027. Target ini bergantung pada hasil uji, jadi belum pasti.

Bioetanol 1G dan 2G, apa bedanya?

GenerasiBahanContoh di Tegineneng
1G (generasi pertama)Bagian tanaman yang mengandung gula atau patiNira sorgum, singkong, jagung, molases tebu
2G (generasi kedua)Sisa tanaman berserat yang biasanya terbuangBatang sorgum sisa peras, ampas tebu, limbah hortikultura

Cara mudah mengingatnya: 1G memakai bagian yang juga bisa jadi bahan pangan atau gula, sedangkan 2G memakai limbahnya. Teknologi 2G lebih rumit dan mahal karena serat tanaman harus dipecah lebih dulu, tetapi tidak bersaing dengan kebutuhan pangan. Sorgum menjadi andalan uji coba karena satu tanaman bisa dipakai untuk keduanya: niranya untuk 1G, batang sisanya untuk 2G. Pertamina NRE juga menyebut sorgum bisa dipanen hingga tiga kali setahun.

Kaitan dengan target nasional E10

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan bensin wajib bercampur etanol 10 persen (E10) mulai 2027, lalu bertahap menuju E20. Pada Oktober 2025 ia memperkirakan kebutuhan etanol untuk E10 sekitar 1,4 juta kiloliter per tahun. Pertamina NRE menyebut target pemerintah untuk produksi bioetanol dalam negeri sekitar 1 juta kiloliter per tahun. Kapasitas 60 kiloliter di Tegineneng tentu masih sangat kecil dibanding angka itu. Perannya adalah laboratorium lapangan sebelum pabrik-pabrik besar dibangun.

Mengapa Lampung?

Lampung punya bahan baku yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menempatkan Lampung sebagai penghasil ubi kayu (singkong) terbesar nasional, dengan produksi sekitar 6,7 juta ton dalam setahun. Lampung juga sentra tebu dengan sejumlah pabrik gula besar, yang menghasilkan molases sebagai bahan etanol. Jagung pun banyak ditanam di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Letak Tegineneng yang dekat jalan lintas dan tol juga memudahkan pengiriman bahan dari berbagai kabupaten.

Peluang untuk petani, dan yang perlu diwaspadai

Pemerintah mendorong pola kemitraan: koperasi atau kelompok tani mengumpulkan bahan baku, lalu fasilitas pengolah menjadi pembeli tetap (offtaker). Bila pola ini berjalan, petani singkong dan tebu bisa mendapat pasar tambahan, dan sorgum bisa menjadi pilihan tanaman baru di lahan kering.

Namun perlu jujur soal tahapannya. Fasilitas ini masih skala uji, harga beli bahan baku belum diumumkan, dan skema kemitraan skala besar baru akan ditentukan setelah hasil uji keluar. Beberapa saran praktis:

  • Jangan mengganti seluruh tanaman hanya karena kabar program ini. Tunggu skema kemitraan dan harga yang tertulis.
  • Waspadai pihak yang menjual bibit sorgum atau menawarkan kontrak dengan mengatasnamakan Pertamina tanpa dokumen jelas.
  • Tanyakan informasi resmi ke Dinas Pertanian kabupaten atau penyuluh pertanian setempat.
  • Bergabung dengan kelompok tani atau koperasi akan memudahkan bila nanti dibuka kemitraan pasokan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Di mana lokasi pusat bioetanol Pertamina di Lampung?

Di Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Berapa kapasitas Bioethanol Development Center Tegineneng?

Sekitar 60 kiloliter per tahun, karena fungsinya fasilitas uji coba, bukan pabrik komersial.

Bahan apa saja yang diolah?

Sorgum menjadi fokus utama, ditambah singkong, jagung, tebu atau molases, serta limbah biomassa seperti ampas dan batang tanaman.

Apakah petani bisa langsung menjual singkong ke sana?

Belum ada pengumuman resmi soal pembelian bahan baku dari petani umum. Pantau informasi dari dinas pertanian dan pengelola fasilitas.

Pantau perkembangannya

Hasil uji di Tegineneng akan menentukan apakah Lampung menjadi basis pabrik bioetanol besar. Info seputar kabupaten ini bisa dibaca di halaman Pesawaran. Bagi pengelola kebun atau gudang hasil panen yang ingin memantau lokasi dari jauh, simak solusi pemantauan kebun dan tambak dari SLASH CCTV. Kabar Lampung lainnya ada di kanal berita Lampung.

Butuh CCTV untuk rumah?

Tenang meninggalkan rumah: lihat teras, pintu, dan keluarga langsung dari HP — saat di kantor, di jalan, atau mudik.

Lihat paket
#bioetanol lampung#pertamina nre tegineneng#bioethanol development center#sorgum lampung#singkong bioetanol#e10 2027#pesawaran
Bermanfaat? Bagikan ke teman atau keluarga:
Bagikan

Bagian mana yang paling Anda khawatirkan?

Halaman depan, pintu belakang, atau kasir — ceritakan dulu, biar titik kameranya pas. Survei gratis, lalu kami yang pasang dan kami yang jaga.

Hitung Biaya

Kami yang pasang, kami yang jaga

  • Teknisi datang dari cabang terdekat
  • Voucher 1× kunjungan gratis, radius 15 km
  • Garansi bisa diklaim di cabang mana pun
Selengkapnya
Sudah pernah dilayani SLASH CCTV? Beri bintang dulu, lalu ceritakan pengalaman Anda.
0 produk dipilih Bandingkan