Urutan pemeriksaan saat DVR/NVR tidak merekam atau rekaman hilang: status harddisk, jadwal dan mode rekam, overwrite, jam yang meleset, bandwidth, sampai tanda harddisk mulai rusak dan kapan harus diganti.
Kejadian paling menyakitkan pemilik CCTV: ada kejadian, buka rekaman, ternyata kosong. Kamera terlihat "hidup" di layar bukan berarti merekam. Lakukan pemeriksaan berikut secara berurutan; sebagian besar kasus selesai di tiga langkah pertama.
1. Status harddisk di menu DVR
Buka menu penyimpanan/HDD. Statusnya harus Normal atau Recording. Bila tertulis Tidak terdeteksi, Uninitialized/Belum diformat, atau Error:
- Belum diformat → format dari menu (semua data hilang, tetapi memang belum ada rekaman).
- Tidak terdeteksi → matikan DVR, buka casing, cek kabel SATA dan kabel power harddisk yang longgar. Bila tetap tidak terbaca, harddisk kemungkinan rusak.
- Error/bad sector → cadangkan rekaman penting, lalu ganti. Harddisk yang mulai rusak biasanya juga membuat DVR restart sendiri.
2. Jadwal dan mode rekam
Cek menu jadwal rekam per kamera. Kesalahan umum: jadwal hanya terisi hari kerja, hanya jam tertentu, atau memakai mode gerakan (motion) sementara sensitivitasnya rendah dan zona deteksi kosong sehingga tidak ada yang tercatat. Untuk toko dan rumah, mode terus-menerus 24 jam paling aman; harddisk modern cukup besar untuk itu.
3. Overwrite (timpa otomatis) mati
Kalau overwrite tidak aktif, DVR berhenti merekam begitu harddisk penuh. Aktifkan, agar rekaman terlama otomatis dihapus dan rekaman baru terus berjalan.
4. Jam DVR meleset
Rekaman sebenarnya ada, tetapi Anda mencarinya di tanggal yang salah karena jam DVR mundur ke tahun pabrik setelah mati listrik (baterai CMOS lemah). Cek jam di layar; bila salah, betulkan, aktifkan NTP, dan bila terus berulang, ganti baterai kecil di dalam DVR.
5. Bandwidth atau kanal terlampaui (NVR)
NVR punya batas total bitrate. Menambah kamera resolusi tinggi bisa membuat beberapa kanal berhenti merekam tanpa peringatan jelas. Turunkan bitrate/frame rate kamera atau pindahkan sebagian ke NVR lain.
6. Kamera "hidup" tapi kanalnya tidak dipilih untuk direkam
Pada beberapa perekam, kanal yang baru ditambahkan harus dicentang di daftar rekam. Cek juga kamera yang dipindah port.
7. Tanda harddisk sebentar lagi rusak
- DVR sering restart atau "hang" saat memutar rekaman.
- Rekaman berlubang-lubang di jam acak.
- Suara klik berulang dari dalam DVR.
- Usia harddisk di atas 3–4 tahun dengan pemakaian 24 jam.
Gunakan harddisk kelas surveillance yang memang dirancang menulis terus-menerus. Harddisk komputer biasa lebih cepat rusak pada beban ini. Panduan kapasitasnya ada di cara menghitung kapasitas harddisk CCTV.
Tips: Sebulan sekali, coba putar rekaman acak dari beberapa hari lalu. Lima menit ini jauh lebih murah daripada menyesal saat kejadian.
Pertanyaan yang sering diajukan
Rekaman yang terhapus bisa dikembalikan?
Kadang bisa dengan layanan pemulihan data, tetapi mahal dan tidak dijamin. Untuk rekaman penting, segera cadangkan ke flashdisk sebelum tertimpa.
Berapa lama harddisk CCTV bertahan?
Harddisk surveillance umumnya 3–5 tahun pada pemakaian 24 jam, tergantung suhu dan kualitas listrik. Gunakan UPS agar tidak sering mati mendadak.
DVR merekam tapi gambar hitam?
Biasanya kamera bermasalah (power atau kabel), bukan perekamnya. Cek tampilan langsung kanal tersebut.
Perlu bantuan teknisi? Tim SLASH CCTV melayani service DVR/NVR dan penggantian harddisk di Bandar Lampung, Metro, Bandar Jaya, dan seluruh Lampung — jadwalkan survei gratis atau cek status servis Anda.
Tenang meninggalkan rumah: lihat teras, pintu, dan keluarga langsung dari HP — saat di kantor, di jalan, atau mudik.