Anak Krakatau erupsi menerus sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026 dan menebar abu ke banyak wilayah Lampung. Sejak 21 September 2026 statusnya turun ke Level II (Waspada) dengan radius larangan 2 km.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi menerus selama kurang lebih 25 jam, dari Jumat malam 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Minggu 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Abunya turun di sejumlah kabupaten/kota di Lampung, Bandara Radin Inten II sempat ditutup, dan sekolah di Lampung belajar dari rumah pada 7–10 September. Per 21 September 2026 pukul 18.30 WIB, status gunung diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) dengan radius larangan 2 km dari pusat aktivitas.
Status Gunung Anak Krakatau per akhir September 2026
| Hal | Keterangan | Sumber |
|---|---|---|
| Tingkat aktivitas | Level II (Waspada) sejak 21 Sep 2026, 18.30 WIB | Badan Geologi, disampaikan BPBD Lampung |
| Sebelumnya | Level III (Siaga) sejak awal Juli 2026 | PVMBG |
| Radius larangan | 2 km dari pusat aktivitas (sebelumnya 3 km) | Badan Geologi |
| Alasan penurunan | Kegempaan dan deformasi menurun, tubuh gunung mengempis | Badan Geologi |
Pada 20 September 2026, alat pemantau hanya mencatat satu gempa frekuensi rendah dan tremor menerus beramplitudo rata-rata sekitar 2 mm. Data deformasi menunjukkan tekanan di dalam tubuh gunung berkurang. Warga tetap diminta mewaspadai lontaran material dan hujan abu bila aktivitas naik lagi. Status resmi yang paling baru selalu bisa dicek di MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM. Data diperbarui: September 2026.
Kronologi erupsi Anak Krakatau September 2026
- Awal Juli 2026. Status naik dari Waspada ke Siaga setelah kegempaan dan deformasi meningkat.
- 4 September, 23.07 WIB. Erupsi menerus dimulai. Malam hari tampak semburan merah menyala mirip air mancur lava, siang hari kolom abu gelap.
- 5 September. Abu mencapai Tanggamus dan Pesisir Barat. Banyak nelayan kecil memilih kembali ke darat.
- 6 September, 00.04 WIB. Erupsi menerus berhenti, disusul satu letusan strombolian sekitar 30 detik pukul 03.53 WIB. Bandara Radin Inten II ditutup sementara.
- 7–8 September. Sekolah di Lampung belajar daring. Pada 8 September pagi gunung kembali meletus, tetapi bandara dibuka lagi pada hari yang sama.
- 9–10 September. Pembelajaran jarak jauh diperpanjang karena arah angin kembali membawa abu ke daratan Lampung. Letusan kembali tercatat pada 10 September pagi.
- 11 September. Sekolah kembali tatap muka.
- 21 September. Status turun ke Waspada.
PVMBG juga mencatat tubuh Anak Krakatau bertambah sekitar 32,8 hektare akibat endapan lava dan material piroklastik dari erupsi 4–6 September.
Dampak di Lampung: abu, bandara, sekolah, dan nelayan
Hujan abu
Abu turun cukup tebal di Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Di beberapa desa di Tanggamus, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 300 meter, dan dinas kesehatan setempat membagikan sedikitnya 1.650 masker.
Penerbangan
Radin Inten II ditutup sejak 6 September. Media lokal mencatat 16 penerbangan batal pada hari itu dan sekitar 30 penerbangan batal pada 7 September. Bandara kembali beroperasi pada pagi 8 September 2026 berdasarkan NOTAM terbaru.
Sekolah
Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan belajar daring untuk semua jenjang pada 7–8 September, lalu memperpanjangnya pada 9–10 September. Saat tatap muka dimulai lagi pada 11 September, sekolah diminta membersihkan lingkungan dari abu, meminta siswa bermasker, dan meniadakan kegiatan luar ruang sementara.
Nelayan
Nelayan perahu kecil paling terpukul. Sebagian memilih tidak melaut, sebagian tetap berangkat dengan menjauhi gunung, dan hasil tangkapan dilaporkan turun tajam. Kini radius larangan 2 km, tetapi tetap pantau informasi resmi sebelum berangkat.
Satu hal lagi: saat erupsi, beredar kabar tsunami. BMKG menyatakan sensor muka laut tidak menunjukkan anomali, dan PVMBG meminta warga pesisir Lampung dan Banten mengabaikan kabar yang tidak bersumber resmi.
Cara aman membersihkan abu vulkanik di rumah
- Pakai masker yang rapat dan kacamata sebelum mulai. Abu vulkanik berupa serpihan batuan halus yang tajam, bukan debu biasa.
- Basahi abu tipis-tipis dengan semprotan air halus sebelum disapu, supaya tidak beterbangan. Jangan menyiram deras, karena abu basah menjadi lumpur berat dan bisa menyumbat saluran.
- Kumpulkan abu ke dalam karung atau kantong, jangan dibuang ke got.
- Bersihkan talang dan atap datar lebih dulu. Abu yang menumpuk lalu terkena hujan bisa membebani rangka atap.
- Di dalam rumah, lap perabot dengan kain lembap. Hindari mengelap kering karena abu bersifat seperti amplas.
Motor dan mobil
Jangan langsung menyalakan wiper pada kaca yang berabu. Bilas dulu dengan banyak air, baru dilap. Periksa saringan udara mesin dan filter kabin setelah beberapa hari berkendara di jalan berabu.
Perangkat elektronik dan kamera CCTV outdoor
Kamera di luar rumah biasanya kena abu paling tebal. Tiup dulu permukaan lensa dengan blower karet, lalu seka pelan dengan kain mikrofiber yang sedikit lembap, searah, tanpa ditekan. Jangan menyemprot housing kamera dengan air bertekanan, karena air dan abu bisa terdorong ke celah sambungan kabel. Untuk DVR, NVR, router, dan komputer di dalam rumah, tutup ventilasinya sementara dengan kain saat abu turun, lalu buka lagi setelah udara bersih supaya perangkat tidak kepanasan. Panduan perawatan yang lebih lengkap ada di artikel cara merawat CCTV agar awet.
Masker
Masker bedah cukup untuk aktivitas singkat. Untuk menyapu abu dalam waktu lama, pilih masker jenis respirator yang lebih rapat. Anak-anak, lansia, dan penderita asma sebaiknya tetap di dalam rumah saat abu turun.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa status Gunung Anak Krakatau sekarang?
Sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB statusnya Level II (Waspada), dengan larangan beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas.
Apakah aman berwisata ke pantai di Lampung Selatan dan Pesawaran?
Pantai-pantai wisata di daratan Lampung berada jauh di luar radius larangan. Yang dilarang adalah mendekati gunung dalam radius 2 km. Tetap ikuti arahan BPBD setempat.
Kapan Bandara Radin Inten II dibuka lagi?
Bandara kembali beroperasi pada pagi hari 8 September 2026 setelah sempat ditutup sejak 6 September.
Bolehkah abu vulkanik dibuang ke selokan?
Sebaiknya tidak. Abu mengeras saat basah dan bisa menyumbat saluran. Kumpulkan dalam karung, lalu ikuti arahan lingkungan setempat untuk pembuangannya.
Tetap tenang, ikuti sumber resmi
Aktivitas Anak Krakatau sudah menurun, tetapi bisa naik lagi sewaktu-waktu. Simpan masker di rumah dan pantau informasi resmi. Sebagai bekal, baca juga prakiraan musim hujan Lampung 2026/2027 dan kabar daerah lain di kanal berita Lampung. Kalau kamera di rumah atau toko Anda buram atau mati setelah hujan abu, tim perawatan CCTV SLASH CCTV di Bandar Lampung bisa membantu membersihkan dan memeriksanya.
Tenang meninggalkan rumah: lihat teras, pintu, dan keluarga langsung dari HP — saat di kantor, di jalan, atau mudik.