Perkiraan daya setiap komponen CCTV, cara menghitung kWh per bulan untuk sistem yang menyala 24 jam, dan contoh biaya listrik untuk paket 2, 4, dan 8 kamera.
Satu kamera CCTV umumnya memakai sekitar 2 sampai 6 watt, sedangkan DVR atau NVR beserta harddisknya sekitar 10 sampai 20 watt. Paket 4 kamera analog yang menyala 24 jam biasanya menghabiskan kurang lebih 20–25 kWh per bulan, atau sekitar Rp30–40 ribu dengan tarif rumah tangga 1.300–2.200 VA. Jadi CCTV tergolong hemat, jauh di bawah kulkas atau AC.
Daya tipikal tiap komponen CCTV
Angka berikut adalah kisaran yang umum kami temui saat mengukur di lapangan dan membaca lembar spesifikasi. Nilai pastinya berbeda antarmodel, jadi gunakan sebagai perkiraan.
| Komponen | Kisaran daya | Catatan |
|---|---|---|
| Kamera analog 2MP | 2–4 W | Naik saat IR menyala malam |
| IP camera (PoE) | 4–7 W | Lebih tinggi pada model 4K |
| Kamera Wi-Fi | 3–5 W | Model pan-tilt sedikit lebih besar |
| DVR/NVR 4–8 channel | 5–12 W | Belum termasuk harddisk |
| Harddisk 3,5 inci | 4–6 W | Per unit, saat merekam |
| Monitor 19–22 inci | 15–25 W | Bila dibiarkan menyala |
Satu hal yang sering membingungkan: label adaptor 12V 2A berarti kemampuan maksimum 24 watt, bukan konsumsi riil. Adaptor terpusat untuk empat kamera bisa bertuliskan 5A, padahal bebannya sehari-hari jauh di bawah itu. Kamera juga lebih boros di malam hari karena lampu inframerah menyala, sehingga kita memakai angka tengah untuk rata-rata.
Rumus menghitung konsumsi listrik CCTV
- Jumlahkan daya semua komponen dalam watt.
- Tambahkan sekitar 10–20% untuk rugi-rugi adaptor dan switch PoE.
- Kalikan dengan 24 jam, lalu bagi 1.000 untuk mendapat kWh per hari.
- Kalikan dengan 30 untuk kWh per bulan.
- Kalikan dengan tarif listrik per kWh untuk mendapat biaya.
Sebagai acuan tarif, pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA saat ini membayar sekitar Rp1.444,70 per kWh. Tarif ditinjau pemerintah secara berkala dan belum termasuk pajak penerangan jalan daerah, jadi cek tarif terbaru pada tagihan atau aplikasi PLN Anda.
Contoh hitungan biaya listrik CCTV per bulan
Paket 4 kamera analog
Empat kamera × 4 W = 16 W, DVR 8 W, harddisk 5 W. Totalnya 29 W, dibulatkan menjadi sekitar 32 W setelah ditambah rugi adaptor. Dalam sehari: 32 × 24 ÷ 1.000 = 0,77 kWh. Sebulan: sekitar 23 kWh. Biayanya kira-kira 23 × Rp1.444,70 ≈ Rp33 ribu per bulan.
Paket 8 IP camera dengan NVR
Delapan kamera × 6 W = 48 W, NVR 10 W, harddisk 6 W, ditambah rugi switch PoE sekitar 10%. Totalnya kurang lebih 70 W. Sehari 1,68 kWh, sebulan sekitar 50 kWh, atau kira-kira Rp73 ribu per bulan.
Dua kamera Wi-Fi dengan microSD
Dua kamera × 4 W = 8 W. Sehari 0,19 kWh, sebulan sekitar 5,8 kWh, kira-kira Rp8 ribu per bulan. Ini sistem paling hemat listrik karena tidak ada perekam dan harddisk terpisah.
| Sistem | Daya total | kWh/bulan | Biaya/bulan |
|---|---|---|---|
| 2 kamera Wi-Fi | ± 8 W | ± 5,8 | ± Rp8 rb |
| 4 kamera analog + DVR | ± 32 W | ± 23 | ± Rp33 rb |
| 8 IP camera + NVR | ± 70 W | ± 50 | ± Rp73 rb |
Semua angka di atas belum termasuk monitor. Monitor 20 W yang dibiarkan menyala sepanjang hari menambah sekitar 14 kWh per bulan, atau kira-kira Rp21 ribu, hampir menyamai biaya empat kamera sekaligus.
Cara menghemat listrik CCTV tanpa mengurangi keamanan
- Matikan monitor atau atur agar layar mati otomatis. Perekam tetap merekam walau monitor padam.
- Pakai harddisk khusus CCTV dengan kapasitas yang pas. Satu harddisk besar lebih hemat daripada dua harddisk kecil. Hitung kebutuhannya di cara menghitung kapasitas harddisk CCTV.
- Pilih adaptor yang berkualitas. Adaptor murah cenderung panas dan membuang energi, selain berisiko merusak kamera.
- Manfaatkan cahaya lampu di area yang memang terang malam hari. Pada kamera tertentu, IR bisa diatur agar tidak menyala bila cahaya sekitar sudah cukup.
Jangan mematikan perekam di malam hari demi hemat listrik. Biaya yang dihemat hanya beberapa ribu rupiah, sedangkan kejadian yang paling ingin direkam justru sering terjadi pada jam tersebut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah CCTV boros listrik?
Tidak. Paket rumah pada umumnya memakai daya setara satu atau dua lampu LED yang menyala terus, dengan biaya puluhan ribu rupiah per bulan.
Apakah CCTV bisa dipasang di rumah daya 450 VA atau 900 VA?
Bisa. Beban 30–70 watt masih sangat kecil dibanding batas daya tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah stabilitas tegangan, bukan besar dayanya.
Mengapa tagihan naik setelah pasang CCTV?
Kenaikan kecil wajar. Bila kenaikannya besar, periksa apakah monitor atau komputer ikut menyala 24 jam, atau ada perangkat lain yang dipasang bersamaan.
Hitung paket yang pas untuk kebutuhan Anda
Perkiraan jumlah kamera dan kapasitas penyimpanan bisa Anda coba di kalkulator CCTV. Untuk rumah dan usaha di Bandar Lampung, Metro, dan Bandar Jaya, pilihan paket terpasang ada di harga paket CCTV. Pembaca dari provinsi lain tetap bisa memesan perangkat yang kami kirim lewat ekspedisi ke seluruh Indonesia (ketentuan pengiriman) dan bertanya soal konsumsi daya tipe tertentu melalui WhatsApp.
Tenang meninggalkan rumah: lihat teras, pintu, dan keluarga langsung dari HP — saat di kantor, di jalan, atau mudik.